Sunday, November 12, 2017

PANTUN PILIHAN

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat

Berburu ke bukit kapur
Bawa senjata panah sangkur
Jaga diri dari kufur
Niscaya hidup penuh syukur

Kulit harimau elok disamak
Untuk tidur dengan nyenyak
Jaga diri dari tamak
Niscaya temanmu akan banyak

Pasar baru ramai marak
Tangan bertepuk mulut bersorak
Jaga diri dari congkak
Agar hidup tak luluh lantak

Air tertampung dalam tangki
Siram bunga agar tak mati
Jaga diri dari iri dengki
Niscaya sentosa relung hati

Tanam keladi tanam talas
Bawah matahari cahaya panas
Jaga diri dari malas
Niscaya punya banyak emas

Jalan-jalan ke Kota Medan
Pulangnya bawa burung bayang
Jaga diri dari godaan
Niscaya diri bertemu kejayaan

Mari nanda memanjat kelapa
Hari panas sangat dahaga
Adat baik bertutur sapa
Sopan santun harus dijaga

Cahaya terang sang matahari
Lebih terang dari pelita
Pandai-pandai membawa diri
Orang sayang hiduppun bahagia

Kacang tanah rasanya gurih
Tapi pedas si buah pala
Bantu teman jangan berpamrih
Kepada Allah mengharap pahala

Dari mana kain batik
Dari pasar tanjung pinang
Jaga lisan berkata baik
Niscaya orang menjadi senang

Perih sekali tertancap ilalang
Sangat sakit susah hilang
Tajamnya kata bagai pedang
Sekali terluka tetap terkenang

Pergi ke Padang berjalan kaki
Jangan letih dipaksakan
Luka pedang dapat diobati
Luka hati susah disembuhkan

Emas perak tersimpan di rongga
Banyak yang suka mutiara
Berbuat baik kepada tetangga
Niscaya diri banyak saudara

Di manakah hidupnya ikan-ikan
Di laut dalam mereka berenang
Salahnya orang dimaafkan
Jiwa besar hatimu lapang
SHOLAT JUMAT

Bertemu teman mesti menyapa
Jika hujat terjadi kilat
Coba lihat jam berapa
Jam sebelas berangkat sholat

Jangan membuang air beras
Pada bunga kita siramkan
Ayo mandi lekas-lekas
Sholat Jumat akan ditegakan

Ayam diintai oleh rubah
Jamu pahit sedang diseduh
Jika khatib sedang khutbah
Simak ia jangan bergaduh

Pohon rindang banyak dahan
Jangan dahan dipatahkan
Hadapkan hati kepada Tuhan
Ayah dan Ibu engkau doakan

Di eropa hujan salju
Memang cuacanya sudah lain
Pulang sholat ganti baju
Makan dahulu barulah main

Pasar baru tempanya kain
Pergi ke sana beli satu
Silakan ananda pergi main
Jangan sampai lupa waktu

Ikan mabuk terkena tuba
Ambil ketika tuba mendera
Jika petang sudah tiba
Pulang ke rumah dengan segera

Membeli bawal dapat tenggiri
Karena pikiran tidak tertib
Segera mandi bersihkan diri
Lalu tunaikan sholat magrib

Tali kekang terikat kendur
Kudanya lari entah kemana
Bila malam segera tidur
Bergadang itu tiada guna

BERSYUKUR

Berkicau merdu burung tekukur
Kepakan sayap terbang kabur
Selalulah belajar bersyukur
Niscaya rezeki tambah subur

Tekukur turun memakan sepat
Anak kera membawa lepat
Jika syukur menjadi sifat
Segenap bahagia ananda dapat

Memetik padi bersisa masih
Sisa dipatuk si burung nuri
Syukur itu berterimakasih
kepada Tuhan Maha Pemberi

Jika padi dimakan tekukur
Jangan lempar dengan lumpur
Jika Nanda tiada bersyukur
Artinya hidup dalam kufur

Burung tekukur berlaksa-laksa
Merdu sekali bunyi kicaunya
Orang kufur mendapat siksa
Di akherat dan di dunia

Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan

Hutan bakau menjadi taman
Agar pantai tiada hancur
Jika engkau ingin berteman
jauhkan dusta besarkan jujur

Makan di lepau naik pedati
Potong nilam pakai pisau
Jika engkau jujur hati
Hidup tentram jauhlah risau

Syahadat itu yang pertama
Mesti diresap sejiwa raga
Jujur itu landasan agama
Teguh dipegang sekuat tenaga

Puteri suka bunga petunia
Tanamnya di taman luas lega
Jangan mengharap pahala dunia
Jujur kita untuk ke surga

Terhampar luas bukit hijau
Hijau karena warna rumput
Dusta itu bagaikan ranjau
Membuat engkau jadi penakut

Sampan perahu mengejar kayak
Dari hulu tak kena-kena
Dusta itu bagaikan riak
Membuat hati gundah gulana

Matahari bercahaya silau
Anak negeri pergi merantau
Dusta itu bagaikan pisau
Membuat pikiran selalu risau


BEKERJA KERAS JANGAN MALAS

Ibu merenda adik main layang
Anak Melayu bermain gada
Wahai nanda yang kusayang
Dengarkan olehmu nasehat ayahanda

Air tajin menyiram talas
Membeli bumbu duitnya di laci
Hiduplah rajin jangan malas
Orang malas banyak yang benci

Tuan raja belajar menari
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang

Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini


PENUTUP

Kereta berjalan di atas roda
Raja menghela memberi tanda
Dengarkanlah wahai ananda
Cukup-lah nasehat dari ayahanda


Bahtera berlayar ke Selat Sunda
Gelombangnya besar senantiasa
Turuti-lah nasehat ibunda
Kelak hidupmu makmur sentosa

KATA-KATA BIJAK TENTANG CINTA DAN PERJUANGAN

Cinta sejati tidak harus berarti menyatu, terkadang cinta sejati itu terpisah namun tak ada yang berubah

Tanda kedewasaan adalah ketika seseorang menyakitimu dan kamu mencoba memahami situasi mereka daripada balik menyakiti mereka

Temukanlah cinta dengan hati bukan dengan mata

Seseorang yang benar-benar mencintaimu takkan pernah membuatmu pergi seberat apapun situasinya

Jika sesuatu menantangmu, mengujimu, dan membuatmu terjatuh, percayalah itulah yang akan membuatmu menjadi apa yang kamu inginkan

Jangan pernah menangis untuk seseorang yang menyakitimu. Tersenyumlah dan katakan "terima kasih" karena dia telah memberimu kesempatan untuk menemukan seseorang yang lebih baik

Aku akhirnya mengerti bahwa cinta adalah kepedulian atas kebahagiaan orang lain yang jauh lebih berarti daripada kebahagiaanku sendiri

Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, jangan berniat untuk menemukannya lagi. Peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya

Saling memahami adalah ketika kalian saling menceritakan segala sesuatu tanpa rahasia dan tanpa kebohongan

Cinta sejati itu mirip dengan hantu. Setiap orang membicarakannya namun hanya sedikit yang pernah menyaksikannya

Terkadang dua orang harus berpisah untuk menyadari betapa indahnya kebersamaan diantara mereka

Jika kamu mencintai dua orang dalam waktu yang sama, maka pilihlah orang kedua karena jika kamu benar-benar mencintai orang yang pertama, kamu tidak mungkin jatuh cinta pada orang kedua

Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu.

Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi sahabatmu merupakan pilihan, namun jatuh cinta kepadamu diluar kendali diriku

Cinta itu tidak buta. Hanya saja tidak semua orang yang memiliki mata mampu melihatnya

Seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah melempaskanmu, bahkan jika ada ratusan alasan untuk menyerah, dia punya satu alasan untuk bertahan

Aku seorang pecinta bukan pejuang, tapi aku akan memperjuangkan apa yang aku cintai

Kecantikan tanpa kecerdasan adalah mahakarya yang dilukis di atas pasir

Sayangnya aku tak mampu membuatmu mencintaiku seperti halnya cara ku mencintaimu

Beberapa orang masuk dalam kehidupanmu hanya untuk mengajarkanmu bagaimana menjadi kuat

Kamu hanya akan jatuh jika berhenti mencoba

Kamu takkan pernah menemukan kedamaian jika terus mengeluhkan kehidupan, karena hidup akan terus berjalan

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi apa yang kamu inginkan

Wanita yang benar-benar mencintaimu mungkin akan marah karena berbagai alasan tetapi dia tidak akan pernah meninggalkanmu karena satu bahkan ribuan alasan


Cinta sejati itu bukan ditemukan melainkan dibangun

KUMPULAN PANTUN NASIHAT

Tanam ubi di halaman rumah
Bunga melati daunnya merah
Jangan benci jangan marah
Karena benci jadi masalah

Mancari ikan di bawah emapang
Air keruh ikannya mati
Mencari kawan tidaklah gampang
Mencari musuh mudah sekali

Baju sobek jangan dibuang
Ambil kain bisa ditambal
Ngapain capek pergi berperang
Lebih baik rajin beramal

Air laut asin rasanya
Kelapa muda manis airnya
Jika hidup ingin bahagia
Sejak muda tekunlah bekerja

Anak bermain layang-layang
Bermainnya sambil bersanda gurau
Orang tua selalulah disayang
Agar hidup tak jadi kacau

Anak kutilang belajar terbang
Masih miring lagi terbangya
Janga suka berkata sembarang
Karena buruk akibatnya

Dari lebah jadilah madu
Dari padi jadilah nasi
Selalulah menuntut ilmu
Sebagai bekal diri ini

Anak ayam turunlah sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak katak melompat-lompat
Berlompat-lompat di tepi telaga
Janganlah kita suka mengumpat
Kelak hilang seluruh pahala

Angin bertiup dari timur
Membawa sejuk peneduh jiwa
Janganlah bergantung pada umur
Ajal tak peduli muda dan tua

Api membakar hutan belantara
Kucing hutan sedang tertidur
Biar hidup sebatangkara
Budi pekerti tetap bertutur

Arang dan kayu bakar
Dibakar untuk memasak nasi
Jangan kamu suka bertengkar
Sucikan diri tenangkan hati

Asal kapas menjadi benang
Dari benang dibuat kain
Barang yang lepas janganlah dikenang
Sudah menjadi hak orang lain

Awan menggumpal di langit biru
Terbang burung tampak ramai
Jangan hanya memberi sembilu
Hiduplah dengan cara yang damai

Awan putih di atas langit
Terbang melintas si burung merpati
Persaingan memanglah sengit
Sikap jujur tetap tepati

Buah salak enak rasanya
Serat tanda pohon berduri
Orang galak seram rupanya
Tampang saja bukan di hati

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Ada orang sedang menenun
Untuk membuat kain selendang
Jadi orang haruslah santun
Agar semua menjadi sayang

Kota Ende di Pulau Flores
Pulau Sumba bukan Sumbawa
Rumah tangga belum beres
Urusan orang terbawa bawa

Air jernih air terlaga
Pelan mengalir sampai muara
Rukun baik dengan tetanga
Hidup anda pasti bahagia

Ada orang sedang berdiri
Di tengah taman ada merpati
Lihat dulu diri sendiri
Baru yang lain dicermati

Kalau ada si kembang baru
Bunga kenangan dikupas jangan
Kalau ada sahabat baru
Sahabat lama dibuang jangan

Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi tenduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Bertemu musang nangis di kali
Musangnya berontak lalu pergi
Kamu memang manis dan baik hati
Tapi sayang otak tek berisi

Biarlah orang bertanam buluh
Marilah kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Marilah kita bertanam budi

Layang layang terbang melayang
Melayang tinggi tak terlihatkan
Ayoo ..  kawan bersembahyang
Jangan sampai melalaikan


DO'A PILIHAN TERBAIK

DO’A PILIHAN
الْحَمْدُ لِلَّھِ الَّذِي أَحْیَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَیْھِ النُّشُوْرِ
“Segala puji bagi Allah Yang membangunkan kami
setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami
dibangkitkan”

2. Do’a Ketika Mengenakan Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّھِ الَّذِيْ كَسَانِيْ ھَذَا (الثَّوْبَ ) وَرَزَقَنِیْھِ مِن غَیْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.
“Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan
pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-pada-Nya
tanpa daya dan kekuatan dari-ku.”

3. Do’a Masuk WC

بِسْمِ الله) اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.)
“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”

4. Do’a Keluar Dari W.C

غُفْرَانَكَ.
“Aku minta ampun kepada-Mu”.


5. Bacaan Ketika Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.
“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku
bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan
kekuatan kecuali karena pertolongan Allah”.

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْھَلَ، أَوْ یُجْھَلَ عَلَيَّ.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan
(setan atau orang yang berwatak setan), berbuat
kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya
(orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”

6. Bacaan Apabila Masuk Rumah

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِیُسَلِّمْ عَلَى أَھْلِھِ.
“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah),
dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada
Tuhan kami, kami bertawakkal”
Kemudian
mengucapkan salam kepada keluarga-nya.

 

7. Bacaan Apabila Masuk Rumah

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِیُسَلِّمْ عَلَى أَھْلِھِ.
“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah),
dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada
Tuhan kami, kami bertawakkal”
Kemudian
mengucapkan salam kepada keluarga-nya.


8. Doa mohon ketakwaan, kesehatan dan kekayaan harta dan hati

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Alloohumma innii as alukal hudaa wattuqoo wal ‘afaafa wal ghinaa
”Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketaqwaan, kesehatan dan kekayaan.”


9. Doa agar meninggal dalam keadaan khusnul khotimah

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Alloohummakhtim lanaa bil-islaami wakhtim lanaa bil-iimaani wakhtim lanaa bi husnil khootimati
“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”

10. Do’a Berlindung dari Bahaya Perbuatan Sendiri

اَللّهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاعَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَالَمْ اَعْمَلْ
Alloohumma innii a ‘uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal

“Ya Allah! Aku berlindung kepadaMu dari bahaya pekerjaan yang telah aku kerjakan dan dari bahaya pekerjaan yang belum aku kerjakan”


11. Do’a Agar Dapat Melunasi Hutang

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِني بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Alloohummakfiniiy bi halaalika ‘an haroomika wa aghniniiy bi fadhlika ‘amman siwaaka
“Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki)-Mu
yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram.
Kayakanlah aku dengan kenikmatan-Mu bukan dari selain-
Mu“
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
Alloohumma inniiy a ‘uudzu bika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhola’iddaeni wa gholabatirrijaali
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari
kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan
penakut, dari cengkraman hutang dan laki-laki yang
menindas-(ku)“
.


12. Doa mohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَقَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لاَيُسْمَعُ وَنَفْسٍ لاَتَثْبَعُ
“Wahai Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak diterima, dan nafsu yang tidak kenyang (puas)”

13. Doa terbebas dari jeratan masalah

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَاِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ
Allohumma lakal hamdu wa ilaikal musytakaa wa antal musta’aanu
“Ya Alloh, segala puji bagi-Mu, kepada-Mu lah tempat
mengadu dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Penolong”

14. Do’a Jika Terbangun Pada Malam Hari

لاَ إِلَھَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ القَھَّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَیْنَھُمَا الْعَزِیْزُ الْغَفَّارُ
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Allah, Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa, Tuhan
langit dan bumi dan di antara keduanya, yang Maha
Mulia lagi Maha Pengampun“.

15. Do’a Apabila Ada Yang Menakutkan Dalam Tidur

أََعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّّاتِ مِنْ غَضَبِھِ وَعِقَابِھِ، وَشَرِّعِبَادِهِ، وَمِنْ ھَمَزَاتِالشَّیَاطِیْنِ وَأَنْ یَحْضُرُوْنِِ
 “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang
sempurna dari kemarahan, siksaan dan kejahatan
hamba-hamba-Nya dan dari godaan setan serta
jangan sampai setan mendatangiku”